Hari ini perjalanan hidup diri saya sangat menanrik, sebab seperti biasa berangkat dari rumah sebelum matahari terbit dan sebelum tetangga disekitar rumah beraktivitas. Mengantar ibu ketempat tujuan itu yang saya lakukan setiap pagi. Tidak banyak orang yang mengetahui kegiatan saya sehari-hari, pagi ini hari senin saya berangkat seperti biasa ke kampus untuk kuliah pukul 08.00. Jalanan padat merayap keadaan tidak memungkinkan memacu kendaraan untuk berjalan cepat (memang gak berani cepet si heheh) setiap ada celah untuk menyalip saya akan menyalip sebisa mungkin agar cepat sampai tujuan. Keadaan semakin parah ketika jalan raya arah kampung melayu macet total, sayapun bergegas memutar setir (yang di motor buat ngegas: Setang ) menuju arah matraman dan keadaan dapat dikondisikan karena jalanan tidak begitu macet dan ramai lancarrr...Tak henti-hentinya sepanjang jalan memohon kepada Allah agar diberi kemudahan dan jangan dipersulit... Tepat pukul 08.00 sampai di gedung tercinta (sebut saja gedung Ka), pagi ini dituntut untuk mengeprint tugas kawasan penelitian dan saya belum ngeprint tugas itu.. #lari ke kantin gedung ka, dan ngeprint tugas yang harus dikumpulkan, samapi pukul 08.10 waktu untuk mengeprint. Dan kamu tau? (tau apaa hayoo) saya orang yang terakhir masuk kelas dan setelah itu tidak ada yang boleh masuk kelas karena hanya dibolehkan telat kurang dari 15 menit hati pun tenang seraya mengucap alhamdulillah makasih ya allah pertolongan mu sangat saya rasakan heheh.... Selepas jam pertama yaitu kawasan penelitian, tugas berikutnya menanti...evaluasi pembelajaran. Kali ini mengerjakan ditemani dengan rekan-rekan sejawat... Sebut saja agung dan putra biasanya kami ber empat kali ini mines si rivai. Kurang satu personil nampaknua kurang renyahh... Mereka teman dekat saya yang memiliki karakter masing-masing dalam kehidupannya. Agung seorang yang metroseksual dan hidup dengan gelamor, putra cowok yang melankolos dan sedikit melow (sedikit aja), dan rivai seorang yang punya pendirian kuat dan cuek sama masalah (tapi perhatian sama teman heheh). Kami kumpul ber tiga tanpa rivai mengerjakan tugas soal sederhana...perbincangan saat itu cukup menarik bermula membahas masalah kegalauan agung dan ketidak jelasan cerita si putra..
Agung: gw bingung nih... Soal belum nemu-nemu ada di internet tapi gak bisa di copy
Putra: lu mendingan gak usah buat aja gung....udah jam segini, mending makan yuk laperr
Agung: (nada ketawa dan kenceng) gobl*k...hahahah, gw aja belom selesai makan mulu lu pikirannya Putra: hahaha...gpp sekali-kali mah (sambil diam-diam ngambil hp agung)
Saya: (ngetik sambil menyimakk)
Percakapan dua adik kakakpun berlanjut, lanjuttt
Putra: (diam-diam bacain sms'n nya agung) gung lu di panggil ambon ya sama temen lu..?
Agung: (dengan muka polos dan tatapan kosong) ngga kok itu gw yang sms temen gw, dia rambutnya kaya orang ambon makanya di panggilnya ambon...
Putra: masaa? BOHONG LU... Mulai sekarang gw manggil lu ambon ahh
Semuanya: ngagakk dan ketawa hahhaha Seperti sayur kurang bumbu begitu ketika kami kumpul tidak sekuat team, sayapun ber insisiatif telpon bung rivai.
Saya: tutt...tutt...tutt (bunyi nanda tunggu telpon) Rivai: haloo...asalamullaikum Saya: waalaikumsallam...vai dmn? Gak kuliah?
Rivai: (suaranya sambil lemes) ngga, nanti jam 1 baru dateng...soalnya sakit gigi..
Saya: ohh ya udah iya..nanti di tunggu sama temen-temen di kelas ya.. Ternyata si rivai sakit gigi makanya gak masuk tadi pagi (untungg sakit gigi gak sakit hati #eaaa) heheh Lanjutin ya kisahnya.....
bertemulah kami dengan rivai di kampus, cletukan putrapun mulai bermunculan dan menerjang ke arah rivai seperti biasanya Dengan nada sedikit menyindir putra mengatakan, vai kemana gak masuk? Tadi gw duet bareng on seven vai di lobby gedung Ka..hee. Saya hanya tertawa melihat tingkahlaku si putra, berlanjut ke dalam kelas, diskisi kecil-kecilan dilakukan di pojok kiri depan kelas (bilang aja di depan kelas ribett banget). Topik pembahasan kali ini mengenai kegalauan dari salah satu personil yang mengalami krisis kepercayaan oleh si doi katanya si LDR (bahasa anak sekarang) hee. Tapi di balik itu semua kami sebagai kasatria merasa satu sama lain saling menguatkan dan melengkapi alhasil jika kumpul sekuat team kami dapat solid dan kompak. Karna persahabatan merupakan kekuatan untuk menjalani kehidupan dan memberi kekuatan pada diri kita sendiri....kebayang kalao gak ada temen gimana? Ketwa sendiri, ngobrol sendiri, makan sendiri (kalo makan mah sendiri juga bisa hehe). Ibroh yang kita dapat peroleh yaitu salaing menghargai dan menasehati itu penting ukir kisah-kisah kita dengan positif. Semoga kisah ini dapat ber manfaat dan memberi makna tersendiri untuk dapat dimaknai oleh kita semua. 4 maret 2014
Kemuning Senja
Kekuatan dalam diri ini akan bertambah kuat jika diri ini selalu mengingat diri MU wahai kau sang Penciptaku. “Dimana ada keinginan disana ada jalan, dimana tekad kian membaja rintangan tak akan jadi penghalang, kesuksesan kian menjelang.”
Minggu, 18 Mei 2014
Minggu, 02 Maret 2014
Lagu yang bisa bikin menyentuh dan memang membuat diri ini menjadi serasa tanpa tulang : (edisi Melow mungkin ya hehehe )
http://www.youtube.com/watch?v=gE8OfuiUG5Y
Bersyukur selalu sama apa yang diberkan, karena berkat Ridho-nya, Allah memberikan diri ini kekuatan-keuatan untuk menjalankan hidup dengan penuh nikmat dan rasa syukur. usaha dan doa juga diperlukan dalam menjalankan hidup ini... serta jangan lupa Ridho orang tua yang terpenting untuk menambah motivasi diri ini. somoga kita semua menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari hari kehari.. aaamiinn. dan saling berbagi kisah-kisah inspirasi yang lain yang dapat kita jadikan ibroh bersama buat orang lain. ( Yang penting bisa saling bermanfaat dalam kebaikan... berikanlah walaupun hanya sekejap mata ). semoga Blog ini juga dapat bermanfaat bagi kita semua :-)
Tekad dan semanagt
Oleh: Dicky Try Gusrian
Biasanya kita mencoba meluangkan waktu kita untuk merenung dan
mencari “sesuatu”, kemana dan bagaimanakah langkah kita depannya nanti,
apa saja yang akan kita kerjakan dan perbuat utk mengisi waktu hidup
kita, sisa umur kita dan kesempatan yang Allah berikan pada kita. Sebenarnya
banyak yang ingin kita perbuat dan harapan yang ingin kita ungkapkan.
Namun kembali kita sadar bahwa sebenarnya tujuan hidup kita adalah
satu yaitu berjuang memberikan yang terbaik melalui amal sholeh untuk
mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat
“Tidaklah Allah
ciptakan jin dan manusia kecuali utk beribadah kepadaNya”, demikian
firman Allah. Begitu juga dengan kita ini sebagai seorang manusia yang
mengaku sebagai hambaNya, tentu kita harus dapat beribadah dengan
menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dengan penuh
keikhlasan dan kesungguhan. Ya, tekad dan semangat utk berjuang.
kesungguhan dalam berusaha itulah yang saat ini telah memudar atau
bahkan terasa hilang dalam diri kita. Di zaman serba instan saat ini,
prosespun terkadang menjadi tidak penting bagi sebagian orang, hasil
menjadi tujuan, sebagai target utama. Kita pun terkadang lupa akan
cita-cita dan keinginan kita yang pernah kita buat, kemana tekad dan
semangat kita yang dulu begitu menggebu untuk terus berjuang dan
memberikan yang terbaik dalam hidup ini. Seperti iman, tekad dan
semangatpun dapat turun naik bahkan hilang dengan banyaknya ujian dan
cobaan serta kesenangan duniawi. Kadang kita terlena dan lupa akan
arti dan tujuan hidup ini kenapa kita diciptakan dan hadir di dunia
ini.
Satu hal yang kita harus miliki utk mengarungi
hari-hari dan masa yang akan datang karena kita sadar bahwa hidup
selalu penuh dgn cobaan dan ujian, dunia penuh dengan tipu daya, dan
jalanpun semakin berliku. Jadi, kita harus tetapkan tekad kita, cari
apa yang akan kita capai, buat perencanaan yang baik, nyalahkan terus
semangat dengan doa, ayunkan langkah tanpa bimbang dgn penuh
keikhlasan……
berbuat sekuat tenaga, menuju yang lebih baik lagi, dan
memberikan yang terbaik dalam kehidupan ini buat diri kita, buat
keluarg kita, buat orang-orang terdekat, buat sesama kita, sehingga
jika sampai waktu kita tiba, ketika kematian itu datang menghampiri
kita, kita yakin kita telah berbuat sepenuh jiwa dan yang terbaik.
Semoga Allah selalu merahmati kita, memberikan petunjuk pada kita dan
membimbing kita dalam setiap langkah dan niatan kita sepanjang hayat
kita. Aaamiiin.
Nikmat Bersyukur
Siapa yang tak takut jika Allah menarik
segala rezeki yang dilimpahkan kepada kita
sebelum ini?
Siapa yang tak takut jika Allah mengambil
semula semua insan-insan disekeliling kita dalam
sekejap mata?
Siapa yang tak takut jika terpaksa hidup
bersendirian tanpa ada siapa untuk kita mengadu,
bercanda dan menambakan kasih.
INGAT! Kita tidak tahu dimana Allah akan berikan
kita rezeki, bagaimana pun rezeki kita akan tiba. Tetapi, jangan sesekali kita LUPA untuk
mengucapkan syukur kepada-Nya walaupun mendapat
hanya sekecil-kecil rezeki. Jangan pernah berhenti untuk
berusaha. Jangan sesekali.
“Sungguh, nikmat itu bersambung dengan rasa syukur dan rasa syukur itu dapat mempengaruhi penambahan nikmat. Keduanya beriringan dalam satu kurun, maka tidak akan terputus tambahan nikmat dari Allah hingga rasa syukur terputus dari seorang hamba.” (Ali bin Abi Thalib r.a.)
segala rezeki yang dilimpahkan kepada kita
sebelum ini?
Siapa yang tak takut jika Allah mengambil
semula semua insan-insan disekeliling kita dalam
sekejap mata?
Siapa yang tak takut jika terpaksa hidup
bersendirian tanpa ada siapa untuk kita mengadu,
bercanda dan menambakan kasih.
INGAT! Kita tidak tahu dimana Allah akan berikan
kita rezeki, bagaimana pun rezeki kita akan tiba. Tetapi, jangan sesekali kita LUPA untuk
mengucapkan syukur kepada-Nya walaupun mendapat
hanya sekecil-kecil rezeki. Jangan pernah berhenti untuk
berusaha. Jangan sesekali.
“Sungguh, nikmat itu bersambung dengan rasa syukur dan rasa syukur itu dapat mempengaruhi penambahan nikmat. Keduanya beriringan dalam satu kurun, maka tidak akan terputus tambahan nikmat dari Allah hingga rasa syukur terputus dari seorang hamba.” (Ali bin Abi Thalib r.a.)
Rabu, 02 Oktober 2013
Teruntuk diri mu
Assalamualaikum wr.wb
teruntuk diri mu,….
Tangan
ini mau menulis sesuatu tentang apa yang ada di lubuk hati. Aku mulai
tertanya-tanya apakah aku sudah seharusnya mulai mencari sebagian diriku
yang hilang. Bukanlah niat ini disertai oleh keinginan sesaat tetapi
atas keinginan seorang muslim mencari sebagian agamanya. Sering kali
aku mendengar bahwa ungkapan “Kau tercipta untukku.” Aku
awalnya kurang mengerti apa sebenarnya arti kalimat itu. Rahmat dan
hidayah Allah yang diberikan kepada diriku, aku mengerti bahwa pada
suatu hari nanti aku harus mengambil satu tanggung jawab yang memang
diciptakan khusus untuk diriku, yaitu dirimu. Aku mulai mempersiapkan
diri dari segi fiskal, spiritual dan juga intelektual untuk bertemu
denganmu.
Aku mau pertemuan kita yang pertama aku
kelihatan ‘sempurna’ di hadapanmu meskipun pada hakekatnya masih banyak
lagi kelemahan pada diriku ini. Aku mencoba mempelajari arti dan hakikat
tanggung jawab yang harus aku wujudkan ketika dipertemukan dengan
dirimu. Aku coba membatasi hubungan pembicaraan dengan wanita lain yang
hanya dalam lingkaran urusan penting karena aku risau aku menceritakan
rahasia diriku kepadanya karena seharusnya engkaulah yang harus
mengetahuinya kerana dirimu adalah sebagian dari ku dan hak bagimu untuk
mengetahui segala lahir dan batin diriku ini.
yang aku pinta hanya mengharapkan keridhoan Allah. Yang aku takuti, diriku mulai didekati oleh wanita. Aku risau imanku akan lemah. Diriku tidak dapat menahan dari fitnah ini. Rasulullah S.A.W pernah bersabda, “Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah yang lebih bahaya untuk seorang lelaki melainkan wanita.” Setiap
kali aku merasakannya, aku mengenangkan dirimu. Di sana engkau setia
menunggu diriku, tetapi di sini aku curang kepadamu andai aku bermain
dengan cinta fatamorgana. Sampaikan doamu kepada diriku agar aku dapat
menahan gelora kejantananku disamping aku mengajukan sendiri doa
diperlindungi diri.
Diri ku yang memiliki mu, Tidaklah semulia Muhammad, Tidaklah setaqwa Ibrahim, Pun
tidak setabah Isa atau Ayub, Atau pun segagah Musa, Apalagi setampan
Yusuf Justru diriku ini hanyalah pria akhir zaman, Yang punya cita-cita,
membahagiakan mu dan Membangun keturunan yang soleh solehah…,dan
Mengajar kita kewajiban bersama, Tidak perlu alis mata seakan
alis mata unta, wajah bersih seakan putih telur ataupun bibir merah
delima tetapi cukup cuma akidah sekuat akar, ibadah sebagai makanan dan
akhlak seindah budi.
Dari diri ini yang mencintai mu karena Allah...
![]() |
| Add caption |
Langganan:
Postingan (Atom)

